Friday, October 16, 2009

Pemanfaatan Ekstrak Serai Dapur sebagai Obat Nyamuk dan Semut Alamaiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan pada intinya adalah mencapai kemampuan hidup sehat bagi semua pendududuk Indonesia. Salah satunya adalah pengendalian vektor penyakit. Hal ini sesuai dengan UUD RI No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 22 ayat 2, yang berbunyi, "Pengendalian vektor penyakit merupakan tindakan pengendalian untuk mengurangi atau melenyapkan gangguan yang ditimbulkan oleh binatang pembawa penyakit, seperti serangga (nyamuk malaria dan nyamuk demam berdarah), binatang pengerat (rodent)"
Vektor penyakit yang menjadi musuh utama bagi mayoritas penduduk Indonesia adalah nyamuk. Serangga kecil ini tidak hanya menimbulkan gatal, tapi juga dapat membawa penyakit yang dapat mengancam nyawa seseorang, baik itu DBD (Demam Berdarah Dengue) maupun malaria.
Hama rumah lain yang sangat mengganggu adalah semut. Satu butir saja makanan tercecer, maka semut akan mengerubunginya. Jika itu terjadi di kamar tidur, tidak jarang hal ini membuat penghuninya gatal-gatal karena bentol.
Banyak cara yang dilakukan untuk memberantas nyamuk dan semut, kebanyakan menggunakan insektisida sintetis, yaitu obat nyamuk yang berbasis bahan-bahan kimia yang tidak jarang membuat sesak, bahkan alergi. Walalupun beberapa diantara masyarakat kita menggunakan cara-cara ramah lingkungan seperti menanam tanaman pengusir nyamuk di sekitar rumah. Tanaman-tanaman tersebut diantaranya lavender, zodia, dan serai wangi. Ada juga yang membuat bioinsektisida alamiah dari serai wangi (Cymbopogon nardus). Tapi seperti yang kita semua tahu, serai wangi agak sulit didapat dan lebih langka dibandingkan serai dapur yang mudah ditemukan dimana-mana.
Jadi, bagaimana dengan serai dapur (Cymbopogon citratus)? Apakah dapat digunakan sebagai  obat nyamuk dan semut alamiah juga seperti serai wangi?
2. Rumusan Masalah
a.    Apakah ekstrak serai dapat digunakan sebagai obat nyamuk dan semut?
b.    Jika ya, zat apa yang terkandung pada serai sehingga membuat serai dapat membunuh nyamuk dan semut?
3. Tujuan
a.    Mengetahui keefektifan ekstrak serai dapur sebagai obat nyamuk dan semut
b.    Mengetahui zat atau senyawa yang membuat ekstrak serai dapat membunuh semut dan nyamuk
c.     Untuk menemukan obat nyamuk dan semut yang murah dan alamiah
4. Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah:
1)    Menambah ilmu khususnya bagi penulis
2)    Mendapat bioinsektisida (obat nyamuk alamiah) yang ramah lingkungan
3)    Mendapat obat nyamuk yang murah dengan bahan yang mudah didapat
5. Hipotesis
Dari ketidaksukaan nyamuk terhadap tanaman serai, saya berhipotesis bahwa ekstrak serai dapat membunuh nyamuk.
BAB 2
METODE PENELITIAN

1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Rumah Rendy, di Kp. Sindanggalih, Ds Cibadak, Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur, tanggal 5-7 April 2008.
2. Subjek Penelitian
Ekstrak serai, dan efeknya terhadap nyamuk dan semut.
3. Sampel
Serai yang tumbuh di depan rumah nenek, nyamuk dan semut di sekitar rumah.
4. Teknik Pengumpulan Data
a. Dengan melakukan percobaan penyemprotan ekstrak serai terhadap nyamuk, dengan cara : jendela kamar dibuka dari jam 4-6 agar nyamuk masuk, lalu jam 6 kamar disemprot ekstrak serai. Setelah 15 menit, hitung nyamuk yang mati.
b. Untuk semut, semprot dengan ekstrak serai lalu hitung durasi semut sampai mati
c. Studi referensi dari internet
5. Instrumen Penelitian
Ekstrak serai yang diencerkan sebanyak 100ml, sprayer, dan stopwatch.
BAB 3
LANDASAN TEORI

1.    Serai Dapur (Cymbopogon  citratus)
1) Klasifikasi ilmiah
Regnum    : Plantae
Divisio    : Magnoliophyta
Kelas    : Magnoliopsida
Ordo    : Poales
Familia    : Poaceae
Genus    : Cymbopogon
Spesies    : Cymbopogon citratus
Umum    : Serai (Indonesia), Séréh (Sunda), Lemongrass (English), Citronnelle (French), Zitroneng ras (German), erba di limone (Italian), hierba de limon (Spanish), bhustrina, sera (Indian), takrai  (Thai).
2) Ciri Fisik
Tinggi    : 50-100 cm
Daun    : Daun tunggal, berjumbai, bagian bawahnya agak kasar, tulang daun sejajar, panjang sampai 1 meter dengan lebar 1,5cm
Batang    : Tidak berkayu
Akar    : Serabut
Reproduksi    : Tunas (alami), pemisahan tunas (campur tangan manusia) sehingga sering terlihat tumbuh berumpun
Lokasi tumbuh    : Asli tumbuh di Asia Tenggara dan dikomersilkan di Sri Lanka, India, Myanmar, dan Indonesia. Tumbuhan ini tumbuh merata di seluruh Indonesia.
Keterangan    : Tumbuh dengan sempurna di bawah sinar matahari yang terik di daerah tropis
3) Manfaat Serai Dapur
-    Bumbu masak
-    Minyak wangi dan wewangian lain (lemon scent)
-    Bahan pencampur jamu
-    Di Eropa digunakan sebagai bahan pembuatan sabun dan lilin
2.    Nyamuk
Nyamuk termasuk serangga bersayap. Hanya nyamuk betina yang mengigit manusia. Nyamuk termasuk serangga dengan family Culicidae dan Orde Diptera. Nyamuk bernafas melalui trakea di ruas-ruas abdomennya. Nyamuk merupakan vektor penyakit yang sanat merugikan manusia. Demam berdarah dengue (DBD), misalnya. DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus dengue - terutama menyerang anak-anak dengan tanda-tanda demam tinggi mendadak dengan manifestasi pendarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan (shock) dan kematian. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypty.
3.    Semut
Semut adalah serangga yang hidup berkoloni dan sangat terorganisir. Semut termasuk dalam orde Hymnoptera. Semut sering dianggap hama karena gigitannya yang menyebabkan gatal-gatal, bahkan kadangkala semut merusak kayu dan bangunan.
4.    Pemberantasan Nyamuk dan Semut dengan Insektisida sintetis
Insektisida sintetis seperti obat nyamuk semprot, obat nyamuk bakar, atau obat anti nyamuk yang dioleskan, tentunya mengandung insektisida yang mengandung beberapa senyawa kimia.
Kerugian Insektisida Sintetis
1)    menimbulkan bau yang menyengat dan bisa menimbulkan sesak napas atau alergi pada kulit sehingga akan berpengaruh terhadap kesehatan.
2)    Nyamuk jenis culex sp, aedes aegypty, biasanya diberantas dengan penyemprotan racun serangga akan menjadi resisten atau kebal terhadap obat nyamuk.
3)    Polusi lingkungan
4)    Penyemprotan dengan insektisida sintesis juga membutuhkan biaya yang cukup besar.
5.    Unsur-unsur Kimia Berbahaya pada Insektisida Sintetis
Menurut Cholid Jauhari, Direktur Jendral Pelayanan Farmasi Departemen Kesehatan, semua obat antinyamuk cukup aman untuk dipakai oleh masyarakat asal tidak mengandung bahan S2 yang bersifat karsigenik.
Tapi namanya juga pestisida atau racun pembasmi hama, obat anti nyamuk pastilah mengandung racun. Hal itu dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW) pada 2001. Lembaga ini menemukan kandungan senyawa kimia berbahaya bagi kesehatan manusia dalam seluruh obat antinyamuk yang beredar di pasaran dalam negeri. Baik berupa obat semprot, bakar, maupun cair., yaitu :
-    diklorvos
-    propoxuran
-    beberapa jenis pyrethroid berupa d-allethrin, transflutrin, bioallethrin, pallethrin, d-phenothrin, serta esbiothrin
Bahaya dari senyawa kimia di atas telah dibuktikan oleh lembaga-lembaga kesehatan internasional. Akibat dari senyawa kimia di atas akan terbukti ketika terakumulasi dalam tubuh atau konsentrasinya melebihi ambang batas toleransi tubuh. Berikut bahayanya:
    Diklorvos atau DDVP (dichlorovynill dimetyl phosphat),
o    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) :
    Berdaya racun sangat tinggi
    Bersifat karsinogen
    Dapat merusak sistem saraf
    Mengganggu sistem pernapasan dan jantung
o    Menurut lembaga perlindungan lingkungan di Amerika yakni Environment Protection Authority (US EPA) dan New Jersey Department of Health :
    Berpotensi menyebabkan kanker
    Menghambat pertumbuhan organ
    Merusak kemampuan reproduksi
    Menghambat produksi ASI (bagi ibu yang menyusui)
o    Menurut Occupation Safety and Health Administration ambang batas keamanan diklorvos < 1 mg/m3 udara.
o    Menurut Agency for Toxic Substance and Diseases Registry, melalui mulut adalah 0,004 mg/kg/hari untuk kategori akut dan 0,0005 mg/kg/ hari untuk kategori kronis. Melalui pernapasan, batas risiko minimal sebesar 0,002 ppm untuk kategori akut dan 0,00006 ppm untuk kategori kronis. Padahal, dengan pemakaian harian, tingkat konsentrasi di udara terus meningkat sehingga berbahaya bagi tubuh. Bahayanya:
    Jika termakan, racun jenis itu bisa menyebabkan mual, muntah, gelisah, keringat berlebihan, dan tubuh gemetar.
    Keracunan parah bisa menyebabkan koma dan kematian.
    Propoxur (karbamat), termasuk racun kelas menengah. Racun jenis ini memiliki ambang batas konsentrasi di udara sebanyak 0,5 mg/m3. Bahayanya jika terhirup maupun terserap tubuh manusia:
o    Mengaburkan penglihatan
o    Menghasilkan keringat berlebih
o    Pusing, sakit kepala, dan badan lemah.
o    Dapat menurunkan aktivitas enzim yang berperan pada saraf transmisi, dan berpengaruh buruk pada hati dan reproduksi.
    Pytheroid jenis palletherin termasuk racun kelas menengah. Bahayanya:
o    Merusak sistem hormonal
o    Bersifat Karsinogen
o    Dapat menghancurkan sistem endokrin
    Zat aktif DEET (Diethyltoluamid) yang terdapat pada obat anti nyamuk oles, pemakaian terus menerus dapat menyebabkan:
o    Infeksi kulit
o    Ruam kulit
o    Rasa panas pada kulit
o    Lecet
o    Kulit melepuh
Hal-hal yang menyebabkan zat-zat di atas menjadi semakin berbahaya adalah
1.    Konsumen tidak diberi pengetahuan cukup mengenai dosis pemakaian per hari. Misalnya untuk obat nyamuk semprot, tidak ada petunjuk berapa banyak dan berapa mililiter obat nyamuk tersebut disemprotkan. Begitu pula efek samping terhadap konsumen dengan kondisi tertentu, misalnya sedang hamil, konsumen yang memiliki gangguan pernapasan, dll.
2.    Dapat terakumulasi. Kadar konsentrasi bahan aktif obat nyamuk semprot yang sedikit dapat bertambah banyak jika disemprotkan berulang kali, sehingga dapat melewati ambang batas toleransi tubuh.
BAB 4
HASIL PENELITIAN

1.    Hasil Percobaan
a.    Pada 5-7 April 2008 jumlah nyamuk yang ditemukan mati berturut-turut sebanyak 3, 7, dan 2 nyamuk.
b.    Waktu sampai semut mati setelah dilakukan 3 kali penyemporotan berturut-turut: 3 menit, 12 menit, 4 menit.
2.    Hasil Studi Kepustakaan
Batang dan daun serai dapur yang dihaluskan lalu dilarutkan (menghasilkan ekstrak) ternyata mengandung senyawa sitral, sitronela, geraniol, mirsena, nerol, farsenol methil heptenon, dan dipentena.
Salah satu senyawa yang dapat membunuh nyamuk dan semutadalah sitronela. Sitronela memunyai sifat racun (desiscant), menurut cara kerjanya racun ini seperti racun kontak yang dapat memberikan kematian karena kehilangan cairan secara terus-menerus sehingga tubuh nyamuk dan semut kekurangan cairan.
3.    Pembuatan Ekstrak Serai Dapur
a.    Alat dan Bahan
1)    1 ons batang dan daun serai dapur (kurang lebih 4-5 batang)
2)    Gelas ukur (jika tidak ada gunakan gelas biasa)
3)    Pisau dan talenan
4)    Timbangan
5)    Blender (jika ada)
6)    1 Mangkuk
7)    Saringan
8)    2 Gelas (gunakan gelas ukur jika ada)
9)    Penyemprot(sprayer)
10)    Corong
b.    Proses Pembuatan
Serai dibuat dalam bentuk ekstrak. Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan "menyari" simplisia nabati atau hewani menurut cara yang cocok, di luar pengaruh cahaya matahari. Ekstrak kering harus mudah digerus atau campuran etanol dari air. Yang paling mudah dengan menghaluskan bahan ekstrak (diblender atau dipotong kecil-kecil), kemudian dicampur air sebagai pelarut.
1)    a. Jika menggunakan blender, potong 1 ons daun dan batang serai dengan panjang kurang lebih 5 cm, lalu blender sampai halus
b. Jika tidak menggunakan blender, potong 1 ons daun dan batang serai sampai kecil-kecil
2)    Masukkan serai yang sudah halus ke mangkuk, lalu rendam dengan 25 ml air (1/8 gelas)
3)    Rendam selama 1 hari
4)    Perat lalu saring hasil rendaman tadi
5)    Tuangkan ke sprayer
6)    Encerkan dengan air. Rasio air : ekstrak = 3 : 1
7)    100 ml obat nyamuk dan semut alamiah siap digunakan
Ket: 1 batang serai beratnya 25-40gr.
c.    Penggunaan
1)    Semprotkan ekstrak serai dapur ke ruangan yang ingin disterilkan dari nyamuk. Atau semprotkan langsung pada sarang, jalan, atau kerumunan semut untuk membunuh semut.
2)    Tutup ruangan rapat-rapat selama 15 menit


BAB 5
PEMBAHASAN

Dari hasil penelitian, dapat kita ketahui bahwa ternyata ekstrak serai dapat membunuh nyamuk dan semut karena ekstrak serai memiliki senyawa sitronela yang dapat menimbulkan efek desiscant atau kekurangan cairan. Faktor yang mempengaruhi jumlah nyamuk yang mati dan durasi semut yang mati belum diketahui dengan pasti.
BAB 6
PENUTUP

1.    Kesimpulan
a.    Obat nyamuk berbasis bahan kimia sangat berbahaya bila digunakan terus menerus melebihi ambang batas toleransi tubuh
b.    Ekstrak serai dapur dapat digunakan sebagai obat nyamuk alamiah yang efektif, murah, dan alamiah.
2.    Saran
a.    Gunakan obat nyamuk alamiah dari ekstrak serai. Murah, alamiah, efektif.
b.    Hanya gunakan obat nyamuk berbasis bahan kimia sebagai alternatif terakhir.
c.    Gunakan tirai atau kawat nyamuk, menutup lubang dan celah-celah, serta menjaga kebersihan rumah.
d.    Musnahkan habitat nyamuk dengan secara rutin membersihkan rumah dan halaman, terutama tempat-tempat hewan ini berkembang biak.
3.    Daftar Pustaka
http://groups.yahoo.com/group/supporter-wwf/message/1482
http://www.kaskus.us/archive/index.php/t-137317.html
http://osdir.com/ml/culture.region.indonesia.ppi-india/2005-02/msg01178.html
http://www.korantempo.com/news/2004/2/29/Kesehatan/1.html
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0611/10/ipt03.html
http://sukmayana.blog.com/2894223/
http://digilib.litbang.depkes.go.id/go.php?id=jkpkbppk-gdl-res-2008-indahsetyo-2463&q=eradicating

2 comments: